Rabu, 16 April 2014

KENALI KUCING HAMIL

Siklus reproduksi
  • Pada dasarnya kucing adalah hewan yang tidak mempunyai siklus reproduksi teratur seperti manusia atau hewan lain. Pada manusia,sapi, anjing dan hewan lainnya, siklus reproduksi terjadi secara periodik dan teratur. Oleh karena itu anjing dan manusia rutin mengalami menstruasi.
  • Kemiripan lain anjing dan manusia dalam hal reproduksi adalah dalam hal pelepasan sel telur dari indung telur. Dalam bahasa kedokteran sering disebut ovulasi.Pada manusia dan anjing ovulasi terjadi secara rutin dan spontan.
  • Kucing sedikit berbeda. Siklus reproduksi kucing tidak berlangsung teratur dalam periode tertentu. Tahap birahi/minta kawin (estrus) pada kucing dipengaruhi oleh berbagai hal. salah satunya adalah lama matahari bersinar dalam satu hari (day light time).
  • Di negara dengan empat musim, lama matahari bersinar berbeda antara musim panas dan musim dingin. Kucing biasanya minta kawin pada musim dimana matahari bersinar lebih lama.
  • Lain lagi dengan negara-negara tropis seperti Indonesia yang lamanya matahari bersinar relatif tidak berubah terlalu banyak. Di daerah tropis, siklus reproduksi kucing relatif lebih teratur dengan periode 1-1.3 bulan.
Lama kehamilan
  • Masa kebuntingan kucing bervariasi antara 59-70 hari, rata-rata 63-65 hari. Cara gampang mengingat adalah dengan membandingkan dengan manusia. Manusia hamil selama 9 bulan, sedangkan kucing 9 minggu.
  • Semakin awal anak kucing lahir, bobot lahir dan ketahanannya semakin kecil. Anak kucing yang lahir pada 59 hari masa kebuntingan, memerlukan perhatian ekstra agar dapat hidup dan terus berkembang.
  • Anak kucing yang lahir pada hari ke 65-70 mempunyai bobot lahir yang lebih besar. Mereka cenderung lebih kuat dan agresif menyusu pada induknya.
  • Waktu kelahiran tergantung pada interaksi induk dan anak kucing yang ada di rahim. Proses kelahiran dimulai dengan pelepasan beberapa hormon reproduksi dari anak. Induk kucing merespon dengan cara melepaskan hormon-hormon reproduksi lain yang banyak berperan dalam proses kelahiran.
Banyak Bapak
  • Kucing adalah hewan superfekunditas. Artinya dari satu kelahiran, anak kucing bisa saja mempunyai bapak yang berbeda-beda.
  • Bila pada waktu birahi kucing dikawini oleh beberapa pejantan, pada saat kelahiran nanti, bisa saja masing-masing pejantan tersebut mempunyai anak.
  • Di keluarga kucing yang berukuran besar seperti singa, adalah hal biasa bila terjadi pembunuhan anak singa oleh pejantan dominan. Hal ini biasa terjadi pada saat seekor singa baru saja mengambil alih pimpinan kelompok. Singa baru tersebut akan berusaha membunuh semua anak singa dari pemimpin sebelumnya.
Resiko selama kehamilan
  • Periode kritis masa kemamilan terjadi selama tiga minggu pertama. Berbagai infeksi penyakit dan obat-obatan dapat mempengaruhi perkembangan janin. Contohnya jika induk kucing yang sedang hamil tersebut terekspos terhadap virus panleukopenia, anak kucing yang lahir biasanya mengalami kerusakan otak parah.
  • Begitu pula jika selama masa kehamilan, induk kucing divaksinasi. Perkembangan janin akan terganggu. Induk kucing harus divaksinasi sebelum masa kehamilan (sebelum kawin). Sehingga kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu meningkat dan sebagian dapat diturunkan kepada anaknya dalam bentuk kekebalan pasif.
Hormon kehamilan
  • Selama kehamilan, produksi hormon progesteron dalam tubuh meningkat dengan tajam, mencapai puncaknya sekitar hari ke-35 setelah kawin. Pada saat inilah kucing menjadi lebih tenang dan perut mulai terlihat semakin besar.
  • Masa mengandung kucing berlangsung selama 59 70 hari. Beberapa hari terakhir sebelum lahir, induk menjadi gelisah dan mulai mencari tempat tenang untuk melahirkan. Induk kucing berusaha meningkatkan bau tubuhnya didaerah sekitar tempat melahirkan, untuk mempermudah anak-anaknya kembali setelah bermain disekitar sarang.
  • Seiring mendekatnya waktu kelahiran, nafsu makan induk kucing mulai hilang. Gelisah dan nafas mulai terengah-engah disertai kontraksi.
Tanda-tanda Kucing Bunting/Hamil

Kehamilan kucing mungkin merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu pemilik kucing. Lalu bagaimana cara mengetahui seekor kucing hamil atau tidak ? berikut ini penjelasan mengenai beberapa ciri kucing yang hamil.

Penting sekali untuk selalu mencatat tanggal kucing kesayangan anda kawin. Dari tanggal kawin ini kita dapat memperkirakan waktu kelahiran kucing, sehingga kita dapat mempersiapkan diri mendapat tambahan kucing baru.
Kucing yang hamil dapat mengalami perubahan fisik dan tingkah laku.
PERUBAHAN FISIK
Bagian perut mulai membesar
Perut Kucing yang hamil mulai terlihat membesar pada umur kehamilan 5 minggu. Bagian perut ini akan terus membesar hingga mendekati saat melahirkan.
 
Puting susu memerah dan membesar (pink)
Salah satu tanda yang cukup signifikan adalah berubahnya puting susu. Pada kucing hamil, puting susu sedikit membengkak dan warnanya berubah kemerahan (pink)
 
Keluar susu
Air susu mulai diproduksi dan bisa dikeluarkan sekitar 3-2 minggu akhir masa kehamilan. Jadi bila puting susu dipencet dengan lembut dan terlihat ada cairan susu, kelahiran akan terjadi sekitar 2-3 minggu lagi.
 
Bulu sekitar puting susu menipis
PERUBAHAN TINGKAH LAKU
Muntah-muntah
Pada beberapa kejadian (jarang) kucing hamil juga muntah-muntah, seperti manusia pada awal kehamilan. Segera hubungi dan konsultasikan hal ini dengan dokter hewan
 
Berhentinya siklus birahi secara tiba-tiba
Siklus birahi (siklus estrus) kucing tergantung berbagai hal, salah satunya adalah musim. Di Indonesia yang merupakan negara tropis, siklus estrus kucing tidak banyak dipengaruhi oleh musim. Rata-rata panjang satu siklus estrus kucing sekitar 1-1.2 bulan. Waktu birahi (estrus) berlangsung sekitar 7 hari. Bila setelah dikawinkan, birahi kucing berhenti secara tiba-tiba dan tidak minta kawin lagi, kemungkinan besar kehamilan terjadi.
 
Peningkatan nafsu makan
Kucing yang hamil memperlihatkan peningkatan nafsu makan. Tentunya peningkatan nafsu makan ini bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan ibu dan janinnya.

Lebih lembut & mencari perhatian
Sebagian kucing yang hamil mengalami perubahan tingkah laku seperti lebih tenang dan lembut. Selain itu mereka juga berusaha mencari perhatian lebih terhadap pemiliknya. Pada akhir masa kehamilan terlihat beberapa tingkah laku seperti gelisah dan lebih suka berada di tempat hangat dan tertutup
MEMASTIKAN KEHAMILAN KUCING
Dokter hewan dapat membantu memastikan kehamilan kucing. Orang yang berpengalaman dapat memastikan kehamilan dengan palpasi (perabaan) pada umur kehamilah 3-4 minggu.
Alat alat seperti USG (ultrasonografi) dan Rontgen (X ray) dapat dipergunakan untuk memastikan kehamilan. USG dapat memastikan kehamilan setelah kandungan berumur minimal minggu. Detak jantung janin kucing baru bisa dideteksi setelah berumur 3 minggu

Merawat dan Menjaga Kucing Hamil

Merawat dan menjaga kucing ketika hamil boleh dikatakan gampang2 susah. Karena kehamilan kucing juga sangat rentan keguguran oleh berbagai macam sebab yang mungkin tanpa kita sengaja atau sadari. Namun semua juga tergantung pada si kucing, ada yang fisiknya kuat dan ada juga yang fisiknya lemah. Sehingga kita perlu untuk berhati-hati dalam merawat dan menjaganya.

Berikan makanan yang paling baik
  • Kucing yang sedang hamil membutuhkan banyak protein dan vitamin. Sejumlah besar protein diperlukan untuk mendukung perkembangan janin. Pastikan makanan yang diberikan mengandung protein yang tinggi. Persentase kandungan protein bisa dilihat di kemasan. Biasanya makanan untuk kitten mempunyai kandungan protein dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan makanan untuk kucing dewasa (adult). Sebaiknya kucing yang sedang hamil diberikan makanan untuk kitten ini.
  • Suplemen berupa vitamin dan kalsium juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan janin dan ibunya.
  • Hati-hati dengan suplemen kalsium. Pemberian kalsium yang terlalu banyak menyebabkan perkembangan tulang janin yang berlebihan. Akibatnya ukuran janin terlampau besar dan sulit keluar pada saat akan dilahirkan (distokia)
Kucing hamil harus berada di dalam rumah
  • Kucing yang hidup di luar rumah mempunyai resiko tertular penyakit yang lebih tinggi.
  • Keadaan di dalam rumah lebih hangat dan tenang, jauh dari gangguan kucing-kucing liar yang dapat menyebabkan perkelahian antar kucing.
  • Selain itu kondisi di dalam rumah relatif lebih bersih.
  • Anak-anak kucing harus dilahirkan di tempat yang bersih.
Jangan memberikan sembarang obat selama masa kehamilan
  • Pemberian obat-obatan pada kucing hamil hanya dilakukan dalam keadaan darurat saja.
  • Selalu konsultasikan pemberian obat-obatan dengan dokter hewan anda.
  • Berbagai obat-obatan seperti obat cacing, anti kutu dan beberapa macam antibiotik dapat menyebabkan gangguan dan cacat pada janin bahkan keguguran.
Berikan kasih sayang, namun jangan memandikan, dsb.
  • Jangan pernah memandikan kucing ketika sedang hamil walaupun satu kali, karena dikawatirkan dapat menyebabkan keguguran, demikian pula dengan yang di bawah ini.
  • Jangan sering-sering memegang, menekan atau meremas perut kucing.
  • Jangan menggedong kucing ketika sedang hamil.
  • Jangan membuat kaget atau jangan buat kucing jadi terkejut dengan apapun.
  • Berilah kasih sayang dan perhatian yang tulus padanya.
Sediakan kandang/tempat yang nyaman dan hangat
  • Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai.
  • Tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi.
  • Pastikan tempat ini telah tersedia minimal 2-3 minggu sebelum waktunya melahirkan.
Gunakan pasir kotoran (litter) yang tidak menggumpal
  • Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter).
  • Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir.
  • Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll).
  • Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.
Jauhkan dari kucing-kucing lain
  • Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain.
  • Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama.
  • Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran.
  • Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.
Siapkan persediaan makanan yang cukup
  • Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda.
  • Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.
Cek dokter hewan terdekat
  • Siapkan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat.
  • Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.
Cari informasi selengkap-lengkapnya
  • Selalu mencari informasi selengkap-lengkapnya dan belajar terus-menerus mengenai kehamilan kucing anda. Sehingga anda bisa menangani proses kelahiran kucing sendiri dan dapat segera menganalisis bila terjadi masalah atau komplikasi.
  • Bila informasi yang benar dan lengkap telah anda dapatkan, anda tidak akan panik lagi menghadapi kelahiran kucing kesayangan.
Bunting Palsu pada Kucing
Bunting palsu sering disebut juga hamil anggur atau false pregnancy (pseudo pregnancy). Kejadian ini sering sekali terjadi pada anjing. Meskipun jarang, pada kucing pun terjadi.
Bunting palsu terjadi bila kucing menunjukkan tanda-tanda hamil seperti, puting susu memerah, nafsu makan meningkat dan pembesaran daerah perut (abdomen). Semua tanda-tanda hamil ini tidak disertai adanya janin (anak) dalam rahim. Dengan kata lain rahimnya kosong.
 

Bagaimana terjadinya bunting palsu
Pada anjing yang sedang birahi, ovulasi (pelepasan sel telur) terjadi pada akhir masa birahi. Ovulasi pada anjing tergolong ovulasi spontan. Ovulasi ini tetap terjadi secara teratur.
Sel telur yang dilepaskan oleh indung telur (ovarium) dan bergerak menuju ke rahim. Sel telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa akan menempel di dinding rahim dan berkembang menjadi janin (fetus).
Pada keadaan tidak normal, sel telur yang tidak dibuahi bertindak menyerupai sel telur yang telah dibuahi dan menyebabkan munculnya tanda-tanda bunting.
Lainhalnya dengan kucing. Seperti kelinci, kucing tergolong hewan yang mengalami induced ovulation. Artinya ovulasi pada kucing dan kelinci tidak terjadi secara spontan. Ovulasi hanya akan terjadi bila ada perkawinan dengan kucing jantan.
Pada keadaan tidak normal, ovulasi pada kucing bisa saja terjadi dan sel telur yang tidak dibuahi menetap di dinding rahim untuk beberapa waktu. Selama sel telur menempel di dinding rahim, tanda-tanda bunting palsu akan semakin terlihat jelas.
Pada saatnya, sel telur yang tidak dibuahi tersebut akan berhenti berkembang, kemudian tanda-tanda bunting palsu akan hilang dengan sendirinya dan kucing kembali ke keadaan normal.

Senin, 14 April 2014

TENTANG TOXOPLASMA

Apakah bulu kucing itu sangat berbahaya bagi para wanita,, terutama pada ibu hamil?

 

Ya... apabila kucing tsb terinfeksi toxoplasma


Apakah Toxoplasma dan Toxoplasmosis itu ?
Toxoplasma atau Toxoplasma gondii adalah sejenis hewan bersel satu yang sering juga disebut protozoa. Toxoplasma merupakan parasit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia.
Toxoplasmosis adalah nama penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii.


Mengapa Toxoplasma gondii sering disebut virus ?
Toxoplasmosis terkenal sebagai salah satu penyakit yang harus diwaspadai pada ibu-ibu atau calon ibu yang hendak mengandung anaknya (hamil). Penyakit lainnya adalah Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Semua penyakit ini sering disingkat menjadi TORCH (Toxoplasma,Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes). Ketiga penyakit terakhir disebabkan oleh virus, sehingga orang sering salah pengertian dan menganggap toxoplasma adalah virus.


Siapa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Semua orang dapat terinfeksi toxoplasma. Laki-laki dan perempuan baik muda ataupun tua dapat terinfeksi toxoplasma.


Hewan apa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Hampir semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi toxoplasma. Hewan yang sering berada disekitar manusia & kucing seperti sapi, kuda, tikus, domba, anjing, ayam, burung, babi dll juga dapat terinfeksi toxoplasma. Satwa liar seperti musang, harimau, anjing hutan, dll juga dapat terinfeksi toxoplasma.

Mengapa kucing dianggap sebagai sumber utama penularan toxoplasma ?
Sebenarnya semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi dan menularkan toxoplasma kepada manusia. Toxoplasma berkembang biak mengikuti suatu siklus hidup (seperti siklus hidup pada kupu-kupu). Toxoplasma dapat berkembang dengan cara membelah diri (non seksual) dan seksual (makro gamet dan mikro gamet). Pada hewan-hewan selain kucing toxoplasma berkembang biak dengan cara non seksual. Kucing adalah inang definitif toxoplasma. Dalam tubuh kucing, toxoplasma dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan non seksual.


Bagaimana cara penularan toxoplasma ?
Kucing yang terinfeksi toxoplasma hanya menyebarkan ookista dalam jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 10 hari sejak terinfeksi. Setelah 10 hari jumlah ookista yang disebarkan biasanya sangat sedikit dan mempunyai resiko penularan yang sangat kecil. Penyebaran ookista ini biasanya terjadi pada kucing muda. Penyebaran ookista biasanya tidak terjadi pada kucing dewasa karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih baik dan relatif dapat mengendalikan sendiri infeksi toxoplasma tersebut.

Manusia atau hewan dapat tertular bila menelan kista atau ookista toxoplasma. Kista atau ookista ini bersifat seperti “telur”. Telur yang tertelan tersebut akan menetas dan berkembang di dalam tubuh hewan atau manusia.

Kista tersebut dapat hidup dalam otot (daging) manusia dan berbagai hewan lainnya. Penularan juga dapat terjadi bila hewan atau manusia tersebut memakan daging mentah atau daging setengah matang yang mengandung kista toxoplasma.

Kista toxoplasma juga dapat hidup di tanah dalam jangka waktu tertentu. Dari tanah ini toxoplasma dapat menyebar melalui hewan, tumbuh-tumbuhan atau sayuran yang kontak dengan kista tersebut.

Mengapa orang yang tidak memelihara kucing bisa terinfeksi toxoplasma ?
Toxoplasma terdapat diseluruh dunia secara meluas. Kucing bukanlah sumber utama penularan toxoplasma. Yang pasti orang tersebut pernah menelan kista toxoplasma yang masih hidup. Kista bisa berada pada sayuran atau daging yang tidak dimasak sempurna.

Benarkah toxoplasma menular melalui liur dan bulu kucing ?
Tidak. Bentuk menular dari toxoplasma adalah bradizoit dan kista, kista hanya dikeluarkan oleh kucing yang positif terinfeksi melalui kotorannya (feces). Selama bulu dan liur kucing tidak mengandung kista kita tidak akan tertular toxoplasma bila membelai bulu kucing. Bahkan bila pada bulu kucing terdapat kista, dan pindah ke tangan kita pada saat membelai bulunya, penularan masih bisa dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih.


Bagaimana gejala manusia yang terinfeksi toxoplasma ?
Sebagian besar manusia yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali (subklinis). Meskipun jarang terjadi, pada infeksi yang akut dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar pertahanan (limfoglandula) yang terdapat disekitar leher, ketiak, dll.

Apa akibat toxoplasma pada hewan
Sebagian besar infeksi toxoplasma pada hewan bersifat sub klinis (ringan dan tidak menunjukkan gejala sama sekali). Pada infeksi yang parah dapat menyebabkan diare dan cacat pada fetus kucing atau hewan lainnya

Bagaimana akibat toxoplasma pada manusia
Pada pria, infeksi akut toxoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Bila berlangsung terus menerus dapat menyebabkan kemandulan. Toxoplasma dan menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan unt 

VAKSINASI PADA HEWAN KESAYANGAN

VAKSINASI PADA HEWAN KESAYANGAN

Bagi sebagian orang mungkin vaksinasi dianggap hal yang kurang penting dan tidak ada gunanya, akan tetapi bagi orang yang mengerti lebih jauh tentang dunia hewan pasti memahami manfaat dan pentingnya vaksinasi pada hewan kesayangan.


“Sebenarnya apa sih vaksin itu? Dan kenapa vaksin begitu penting? Pengebalan penyakit apa saja yang terdapat dalam vaksin?”

vaksinasi

Itu adalah segelintir pertanyaan yang kerap kali ditanyakan klien pada kami. Well, tidak ada salahnya pada artikel ini kita membahas pentingnya vaksin pada hewan peliharaan Anda. Dalam subjek Part I ini, kami akan membahas vaksinasi pada kucing dulu, kemudian pada part selanjutnya kami akan membahas mengenai vaksinasi pada hewan lain, seperti anjing maupun primata. Lets check this out!

Question 1

“Apa sih vaksin itu?”

Sistem imun berperan penting dalam menjaga kesehatan hewan. Salah satu fungsi penting sistem ini adalah melindungi kucing dari berbagai penyakit dan infeksi yang disebabkan agen penyakit seperti virus, bakteri, maupun parasit yang dapat menyebabkan sakit pada kucing.

Vaksin diberikan untuk mengebalkan sistem imun terhadap serangan mikroorganisme penyebab penyakit. Vaksin dapat mengandung organisme hidup yang dilemahkan (live attenuated), killed atau inactivated vaccine, maupun rekombinan (mengandung hanya satu bagian dari virus yang berperan penting dalam penyakit, kemudian diperbanyak).

Sebelum vaksin dipasarkan, vaksin telah menjalani serangkaian uji untuk memastikan vaksin tersebut protektif, aman dan dan efektif dalam mencegah penyakit. Vaksin mengandung antigen yang ketika diberikan dalam bentuk injeksi, nasal maupun oral, dapat menyebabkan imun merespons dengan memberikan proteksi terhadap tubuh dengan memberantas mikroorganisme, kemudian membentuk antibodi yang selanjutnya membentuk sel memori sehingga apabila terdapat penyakit yang serupa dengan bibit penyakit yang terdapat dalam vaksin, respon imun mampu mencegah tubuh dari penyakit dan menjaga agar kucing tetap sehat.

Question 2

“Apa kucing saya butuh vaksin?”

Vaksin amat penting dalam menjaga kesehatan kucing Anda. Faktor yang harus diperiksa sebelum melakukan vaksin termasuk umur, kesehatan, lingkungan dan manajemen kandang. Anda dapat berkonsultasi mengenai prosedur vaksin yang benar dengan dokter hewan Anda.

Question 3

“Penyakit apa saja yang terdapat dalam vaksin?”

Pilihan vaksin apa yang cocok untuk kucing Anda tergantung pada beberapa faktor :
  1. Risiko paparan agen penyakit terhadap kucing.
  2. Risiko penularan penyakit kucing ke manusia (misalnya rabies).
  3. Kemampuan vaksin dalam pengebalan penyakit.
  4. Umur dan status kesehatan kucing Anda.
  5. Reaksi vaksin yang pernah dialami kucing.
Berikut ini adalah beberapa

penyakit yang umum terkandung dalam vaksin

:
  • Feline Panleukopenia Virus Vaccine.
    Feline panleukopenia atau feline distemper merupakan penyakit yang penularannya tinggi dan mematikan bagi banyak kucing. Virus distemper mampu bertahan pada suhu dan kelembaban ekstrem selama beberapa bulan dan resisten pada kebanyakan disinfektan. Panleukopenia merupakan penyakit infeksius paling berbahaya pada kucing, yang mampu berkurang semenjak adanya vaksin.
  • Feline Calicivirus/Herpesvirus Vaccine.
    Feline calicivirus dan feline herpesvirus(rhinotracheitis) menyebabkan penyakit ISPA pada 80-90% kucing. Kucing dapat terjangkit salah satu atau kedua agen penyakit sekaligus dalam satu waktu. Apabila terinfeksi, virus ini tidak dapat sepenuhnya mati dalam tubuh. Kucing yang terinfeksi akan menjadi carrier, dimana mereka akan seterusnya menyebarkan virus ini dalam waktu yang lama sehingga bisa menulari kucing lain.
  • Chlamydia.
    Bakteri ini menyebabkan konjungtivitis pada kucing dan acapkali menjadi infeksi sekunder pada penyakit ISPA akibat virus.
  • Rabies Virus.
    Rabies merupakan penyakit yang bersifat zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia. Saat ini terdapat beberapa propinsi di Indonesia yang bebas rabies maupun rawan rabies. Penyakit ini menjadi perhatian organisasi kesehatan skala internasional karena dampak yang ditimbulkan.
  • Feline Leukemia Virus Vaccine, Feline Infectious Peritonitis, and Ringworm Vaccines.

Question 4

“Berapa jangka waktu pemberian vaksin?”

Anak kucing secara alami menerima antibodi maternal dari kolostrum air susu induknya, apabila sang induk juga mempunyai sistem imun yang bagus. Setelah itu vaksinasi pada anak kucing dimulai pada usia 8-9 minggu dengan injeksi booster 3-4 minggu selanjutnya. Setelah booster pertama, berikan waktu 12 bulan untuk memastikan tingkat proteksi yang diberikan vaksin cukup kuat.

Setelah itu frekuensi booster selanjutnya dapat diberikan 1-3 tahun tergantung jenis vaksin, penyakit dan risiko paparan pada kucing. Kucing yang sudah menetap maupun akan dikirim ke cattery biasanya membutuhkan vaksinasi tahunan karena risiko paparan mereka lebih tinggi.

Question 5

“Adakah efek samping pasca pemberian vaksin pada kucing?”

Efek samping pasca pemberian vaksin sangat jarang terjadi. Yang paling sering berupa reaksi ringan, seperti sakit pada daerah injeksi, demam, lemas, berkurangnya nafsu makan, sedikit pilek, namun hal tersebut hanya terjadi selama beberapa jam sampai beberapa hari, tidak lebih dari itu.

Tak ada salahnya memeriksa daerah injeksi dan apabila terjadi reaksi alergi dan pembengkakan pada daerah tersebut yang tidak hilang dalam 2 minggu maka segera hubungi dokter hewan Anda.

Jumat, 11 April 2014

KUCING BALINESE

Kucing Balinese bukan kucing asli bali - Indonesia, Ini Asli Amrik sana,
SEJARAH ras kucing bali ini sudah dimulai sejak tahun 1940-an. Kucing bali dihasilkan oleh mutasi spontan kucing-kucing siam peternakan kucing siam di Amerika Serikat.
Program pembiakan ras kucing bali ini tercatat pertama kali dilakukan di California (AS) tahun 1955. Caranya adalah dengan mengawinkan seekor pejantan kucing siam berbulu panjang dengan ujung- ujung tubuh (hidung, telinga, kaki, ekor) berwarna coklat gelap (lilac) dengan seekor kucing siam bulu panjang betina dengan ujung-ujung tubuh berwarna biru. Perkawinan itu menghasilkan anak-anak kucing berbulu panjang dengan ujung-ujung tubuh berwarna biru.

SECARA terpisah, peternak di New York juga membuat program pembiakan serupa. Hanya saja, peternak di New York ini, yaitu Helen Smith, menamai ras baru itu sebagai kucing bali.

Kucing ini di beri nama Balinese / Bali, karena kucing tersebut lenggak lenggoknya lemah gemulai seperti penari Bali
Sedangkan untuk Balinese yang solid colored dikasih nama Javanese, pulau terdekat dengan Bali yang sama2 punya penari lemah-gemulai ..

DALAM The Encyclopedia of Cats karangan Michael Pollard (Parragon Books, Inggris, 2002), ras kucing bali (balinese) dan kucing jawa (javanese) itu disejajarkan dengan berbagai ras kucing kelas dunia seperti kucing angora dari Turki, persia, atau kucing siam (sekarang Thailand).

Kalo kucing madura, sampai sekarang structure dan polanya memang masih dalam proses penelitian untuk dijadikan salah satu jenis / ras dari Indonesia

Gambar kucing Balinese http://www.catfacts.org/balinese-cat-fac...

JANGAN DIJUAL,........Kucing ini emang nggak ngetren di sini, jadi bagi yang awam soal kucing , akan memilih kucing persia atau anggora.
Lebih baik anda ternakkan dg mempertahankan ras aslinya, setelah itu baru anda jual., Kucing ini punya warna yang variatif, Ada segmen tersendiri yang meminati kucing jenis ini., dan berani dg harga mahal.

Nama Bali (Balinese) dan Jawa (Javanese) akan terkenal di pelosok dunia berkat kucing ini.

Perlu anda ketahui, Hanna - Barrbara yang bikin film kartun Tom & Jerry. Terinspirasi oleh kucing jenis ini, sehingga terciptalah kucing Tom.
Tapi dalam penggarapan gambar kartunnya dan pewarnaannya si Tom jadi mirip russian Blue.


Kamis, 10 April 2014

CARA CEPAT MENGATASI KUCING JAMURAN

mengatasi jamur, memang menguras kesabaran.. karena jamur dapat selalu tumbuh apabila tempat / lingkungan kurang terjaga kebersihannya, stres, kelembababn kandang,alergi yeast pada cat food, atau terdapat adanya kutu..

untuk mempercepat proses penyembuhannya maka obat yang perlu digunakan yakni..
1) shampoo kusus (sebazol/malaseb)
2) salep anti fungal (derma cream, natural pet, salpe 88, daktarin, canesten, etc ; salah satu)
3) lime sulfur
cara pengaplikasiannya adalah, mandikan kucingnya 2-3x seminggu menggunakan shampoo sebazol/malaseb..
untuk jamur pada 1 tempat (gak menyebar) bisa olesi terlebih dahulu jamur tersebut dengan cairan kental shampoo sebazol. diamkan 5-10 menit lantas bilas.. untuk jamur yang menyebar, maka shampo kan keseluruh tubuh dan diamkan 5-10 menit sambil dipijat..
setelah aktiitas mandi, maka keringkanlah kucing anda dengan menggunakan blower/hair driyer.. apabila kurang masimal pengeringannya (bulu masih lepek) maka akan sia-sia anda membrantas jamurnya.. hal ini dikarenakan kulit masih lembab..

setelah itu, oleskan pada titik jamur lime sulfur.. diamkan beberapa saat.. lanjutkan aktiitas ini hingga waktu mandi berikutnya datang.. (cara ini kurang efektif jika jamur menyebar di beberapa titik tubuh)

khusus penggunaan salep,sama seperti halnya lime sulfur hal ini hanya efektif pada jamur dia area ekor, atau jamur yang sudah membentuk kerak..
untuk pengaplikasian salep atau lime sulfur, sebaiknya gunakanlah colar untuk menghindari obat-obatan yang bersifat racun tersebut terjilat oleh kucing anda.

akan tetapi, sebelum memandikan dengan shmapoo sebazol atau malasep, pastikan tidak ada kutu pada kucing anda.. apabila terdapat kutu, maka anda harus membrantas kutu tersebut terlebih dahulu.. hal ini diperlukan, untuk menghindari jamur susulan yang disebabkan oleh luka yang ditimbulkan kutu..

untuk obat minum, sebaiknya tidak diberikan.. karena memiliki efek samping yang sangat berbahaya.... terkecuali, vitamin E untuk memulihkan jaringan kulitnya..

10 RAS KUCING DOMESTIK PALING LANGKA DI DUNIA

1. Kucing Peterbald
Gambar-kucing-Peterbald
Ras kucing yang mayoritas terlahir tanpa bulu atau berbulu sangat minim yang dikembangkan di Rusia ini konon merupakan salah satu ras kucing paling langka di dunia. Sangat jarang bisa kita temui orang yang memelihara apalagi yang menjual kucing tanpa bulu ini.
2. Kucing Kurilian Bobtail
Gambar Kucing Kurilian Bobtail
Ras kucing ini tidak dihasilkan dari pembiakan secara selektif. Kucing Kurilian Bobtail terbentuk secara alami di Pulau Kuril, sebuah pulau terpencil yang disengketakan oleh Jepang dan Rusia. Kucing ini adalah kucing yang independen, dan sangat cerdas.
Gambar Kucing Burmilla
Jenis kucing ini terbentuk tanpa disengaja, dan bisa dibilang terlahir akibat "kecelakaan". Jadi ceritanya begini, pada tahun 1980-an seekor kucing Chinchilla jantan yang dibeli oleh seseorang yang bernama Miranda Bickford-Smith, tanpa sepengetahuan pemiliknya telah menghamili kucing Burmese betina milik tetangganya. Dari "hubungan terlarang" tersebut lahirlah 4 ekor anak kucing yang tidak mirip salah satu dari kedua induknya. Dan akhirnya terlahirlah kucing Burmilla (diambil dari kata Burmese dan Chinchilla).
Gambar Kucing Serengeti
Meskipun penampilannya terkesan Liar, tetapi dalam tubuh kucing ini sama sekali tidak mengalir darah kucing liar. Kucing yang terlahir dari hasil proses persilangan antara kucing bengal dengan kucing Oriental Shorthair yang dimulai sekitar tahun 1990-an ini tergolong masih belum banyak berkembang di dunia ini.
5. Kucing Sokoke
Gambar Kucing Sokoke
Jenis kucing ini juga terbentuk secara alami seperti kucing Kurilian. Kucing ini aslinya berasal dari pesisir Kenya. Dan sampai sekitar 10 tahun yang lalu, belum ada penangkaran untuk menjaga populasi kucing ras ini.
6. Kucing Ojos Azules
Gambar Kucing Ojos Azules
Merupakan jenis kucing ras asal New Mexico yang bermata biru. Kata "Ojos Azules" sendiri merupakan kata dari bahasa Spanyol yang berarti "mata biru", sehingga sangat pas dengan penampilan kucing ini. Pada tahun 1984 sebuah keluarga menemukan sebuah koloni kucing liar yang memiliki mata biru di New Mexico. Dan sepuluh tahun setelah itu, kabarnya hanya da 10 kucing jenis tersebut yang ada di dunia ini.
7. Kucing Minskin
Gambar Kucing Minskin
Kucing ini merupakan hasil dari persilangan kucing Sphynx dengan kucing Munchkin. Penampilannya sangat unik. Terlahir tanpa bulu dengan kaki pendek. Sungguh merana sekali nasib kucing jenis ini. ^_^
8. Kucing Napoleon
Gambar Kucing Napoleon
Merupakan hasil persilangan kucing Munchkin dengan kucing Persia. Kucing ini tidak memiliki hidung yang pesek seperti kebanyakan kucing persia saat ini, melainkan memiliki hidung yang mancung (doll-face) mirip kucing persia generasi awal. O iya, kalian tahu Napoleon Bonaparte kan??? Itu tuh pahlawan revolusi Perancis. Ternyata beliau itu phobia kucing loh!!!
9. Kucing German Rex
Gambar kucing German Rex
Kucing jenis ini sempat berada diambang kepunahan pada tahun 1970-an. Namun akhirnya perlahan mulai dikembangbiakkan oleh breeder German dan beberapa breeder dari negara Eropa lainnya, sehingga ras kucing ini berhasil selamat dari kepunahan.
Gambar Kucing California Spangled
Pada mulanya kucing ini dikembangbiakkan untuk menciptakan sosok macan tutul yang hampir punah. Namun karena kehadiran kucing-kucing bermotif tutul lain seperti Bengal dan Savannah, popularitas kucing ini seolah terkubur. Dan kini kabarnya populasi kucing ini sangat sedikit.

TIPS SEHAT MEMELIHARA KUCING DI RUMAH

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang terbukti mempunyai kesetiaan terhadap majikannya. Kucing merupakan hewan peliharaan yang cukup menyenangkan, karena kucing bisa bercanda dan taat terhadap perintah majikannya. Karena sifat dan kesetiaannya itulah maka banyak orang yang suka dengan kucing dan memeliharanya. Ada banyak jenis kucing yang suka dipelihara, seperti kucing persia, kucing angora, dan banyak lagi. Tetapi tahukah anda bagaimana cara sehat memelihara kucing di rumah agar anda terhindari dari berbagai penyakit? Nah untuk lebih jelasnya silakan baca artikel berikut ini dengan saksama sampai akhir.
Kucing adalah hewan yang bisa memicu datangnya beberapa penyakit seperti toksoplasma, alergi, dan asma. Bulu kucing yang rontok dan beterbangan membuat kita bersin-bersin, sehingga menyebabkan alergi dan asma. Hal itu disebabkan oleh kotoran dan debu yang menyebar melalui udara. Sedangkan toksoplasma adalah virus yang dikeluarkan bersama dengan kotoran kucing, tetapi tidak setiap saat. Virus toksoplasma bisa berkembang biak di dalam tubuh kucing dan bisa menular ke orang-orang di sekelilingnya. 
Tips sehat memelihara kucing di rumah
Bagi anda yang suka dengan kucing dan mungkin saja sudah memeliharanya di rumah, alangkah baiknya anda membaca tips sehat memelihara kucing di rumah berikut ini dengan baik. Mungkin saja bermanfaat bagi anda agar terhindari dari berbagai penyakit. Berikut ini beberapa tips sehat memelihara kucing di rumah :
  1. Pastikan kucing anda tidak mengkonsumsi makanan mentah seperti tikus atau binatang lain yang mungkin saja terjangkit penyakit berbahaya. 
  2. Berikan makanan yang masak untuk kucing anda, bisa dengan makanan khusus kucing atau makanan lain. Sebaiknya tidak memberi makan kucing dengan daging mentah atau ikan mentah. 
  3. Rutin memandikan kucing setidaknya satu kali dalam seminggu menggunakan sabun khusus untuk membersihkan kotoran/bakteri yang menempel pada kucing. Setelah dimandikan, keringkan bulu-bulunya sampai benar-benar kering. 
  4. Berikan vaksin kepada kucing sesuai dengan usia kucing setiap tahun sekali. Beberapa vaksin yang biasa diberikan adalah vaksin rabies dan vaksin tokso untuk mencegah penyakit rabies dan toksoplasma.
  5. Hindari kontak langsung dengan kotoran kucing dan selalu gunakan sarung tangan saat membersihkannya.
  6. Bersihkan tempat kotoran kucing dua kali sehari, bisa dengan pasir khusus untuk kotoran kucing. 
  7. Bersihkan kandang kucing setiap hari untuk mencegah datangnya bakteri/virus. 
  8. Jika anda bermain/kontak fisik dengan kucing anda, sebaiknya cuci tangan setelahnya dengan sabun.
  9. Hindari memberikan susu yang tidak dipasteurisasi kepada kucing kesayangan anda. 
  10. Sebaiknya anda tidak tidur bersama/berdekatan dengan kucing kesayangan anda. Berikan tempat khusus untuk tidur kucing. 

Pada dasarnya memelihara kucing tidak berbahaya, selama anda bisa menjamin kebersihan dan kesehatan kucing anda. Kucing yang sehat tidak berbahaya bagi anda, sebaliknya jika kucing membawa penyakit/virus maka kemungkinan bisa menular kepada anda sekeluarga. Utamakan kesehatan keluarga anda.