Kamis, 22 Mei 2014

STOP DISKRIMINASI KUCING DOMESTIK

Pencinta kucing yang sebenarnya , mampu menyayangi semua kucing mereka atau bukan tanpa melihat rupa , keturunan , asal - usul dan selalu ingin memberikan yang terbaik .
Andai kita suka bersikap diskriminasi terhadap kucing , tak mustahil suatu hari kita akan menjadi korban diskriminasi juga .
Penyakit yang menghinggapi kucing pun tak diskriminasi terhadap korban mereka . Mereka serang saja semua kucing , asalkan mereka dapat hidup .
Sama juga seperti manusia , bakteri , kutu dan virus jarang sekali ' pilih bulu ' bila ingin menginfeksi manusia .
kita menyerukan penggemar dan pecinta kucing tegar semua , supaya hentikan diskriminasi terhadap kucing kampung .
Kasihanilah mereka , mereka tidak minta dilahirkan seperti itu .
Tapi , mereka berhak untuk mendapat perawatan yang sama seperti kucing ras yang selalu ingin didambakan itu .
Setelah semua , jika kita terjangkit cacing pita tidak hanya semata dari kucing kampung, kucing Persia , bahayanya tetap sama .
Kepada yang Muslim khususnya , bayangkan saja jika Rasulullah SAW dikalangan kita . Apakah beliau senang dengan sikap diskriminasi kita ini terhadap kucing kampung
salam miawwww.......

JANGAN ABAIKAN KUCING DOMESTIK

Sebagai manusia yang derajatnya lebih tinggi dari pada hewan, marilah kita lebih bijak dalam menilai. Menyalahkan kucing dan membencinya bukanlah solusi yang tepat. Semua hewan di muka bumi ini adalah hasil karya “Sang Pencipta”. Semua hewan punya peranan masing-masing di bumi ini, begitu juga dengan kita manusia. Mari mencintai hewan, mari mencintai kucing domestik(kampung). Cukup sudah semua tudingan dan tuduhan yang menyakitkan yang diarahkan pada kucing domestik(kampung).

Please……….please………

KEMANAKAH KUCING KITA SETELAH MATI

mungkin jawaban ini bisa membantu.

Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan seperti menyayangi keluarga sendiri. Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan ini sangatlah serius

Para imam ahli hadits dari generasi salaf menjelaskan, walaupun hewan tidak akan dimintai pertanggung-jawaban atas perbuatan mereka, penyeimbangan urusan itu menunjukkan dalamnya makna keadilan Allah, hingga makhluk tak berakal yang tertindas akan diberi kesempatan untuk membalas.

Yang jelas, setiap Muslim wajib berbuat baik pada hewan dan tidak menyiksa mereka. Rasulullah bersabda:

"Seorang wanita ada yang masuk neraka karena seekor kucing yang ia ikat. Ia tidak memberinya makan, tidak juga melepaskannya untuk mencari makanan." [Shahih Bukhari, 3071]

"Ketika seekor anjing yang hampir mati kehausan tengah mengelilingi sebuah sumur, seorang pelacur dari Bani Isra'il melihatnya, lalu ia mengambil air dengan sepatunya dan memberinya air. Semua dosanya diampuni karena perbuatannya itu." [Shahih Bukhari, 3208]

hewan punya dunia akhiratnya sendiri, ada beberapa ayat dari berbagai agama yang menyebutkan, Tuhan memberikan hewan sebuah dunia yang baru, surga yang baru. Tidak disebutkan soal neraka untuk hewan. Jadi kita bisa ambil kesimpulan, kita yakin 90% semua hewan yg pernah hidup di bumi, setelah mati, akan masuk surganya sendiri. hewan tidak mengenal dosa, karena hewan tidak tahu apa itu dosa, jadi mustahil dijebloskan ke neraka untuk sesuatu yg tidak ia ketahui. Mungkin lain ceritanya jika hewan ikutan makan buah pengetahuan seperti adam dan hawa dulu. jika seandainya adam dan hawa tidak melanggar peraturan Tuhan itu,maka tidak akan pernah ada nabi nabi, tidak akan pernah ada surga dan neraka untuk manusia.semua manusia akan masuk surga seperti hewan. jadi hewan-hewan disekitar kita itu lebih beruntung dari kita.mereka boleh jadi derajatnya di bawah kita, tapi mereka semua penghuni surga kelak.makanya baik-baik sama hewan sekitar kita, karena siapa tahu, kelak merekalah yg akan membela kita di akhirat kelak.

Tuhan menciptakan surga sebagai tempat sempurna di mana kebahagiaan sejati berada. jika bersama hewan piaraan semasa hidup anda adalah kebahagiaan sejati versi anda, maka anda akan bertemu dengan hewan piaraan kesayangan anda di sana (sesuai definisi surga itu sendiri)

SAATNYA BERGERAK INDIVIDU

Kucing, mencuri, menurut definisi manusia, kita. Kenapa dia mencuri? Karena dia mengikuti insting survival. Dia harus makan, no matter what. Apakah dia akan makan dr sampah-sampah kalian, apakah dia akan berburu hewan mangsa dia, apakah dia akan menyelinap diantara kaki kalian kala kalian bersantap dirumah makan, apakah dia harus beraksi sampai ke meja makan kalian, itu adalah survival. Kucing, ga bs berkata gamblang “saya lapar, tolong kasih makan saya”. Tapi kucing yg biasa berinteraksi dgn manusia, akan mengeong. Bunyi dan intonasinya beda. Perhatikan. Beda nada dan intonasinya dengan tujuan lain dia. Kalian, maaf, kita, yg harus lebih peka. Oh, ini dia lapar. Kita WAJIB bantu si mpus.
Si mpus ini apakah bisa utang ke warung kala dia lapar? Tidak.
Si mpus ini apakah bisa minta ke temannya, kala dia lapar? Tidak.
Si mpus ini apakah bisa membeli makanan ke warung? Tidak.
Si mpus, karena lingkungan yg semakin tidak menyediakan makanan buat dia, akan “menginvasi” area makan kalian. Akan mempertahankan hidupnya, dgn apapun cara dia mendapatkan makan. Kenapa dia menginvasi area makan / meja makan kalian? Karena dia lapar. Kenapa lapar? Karena, mungkin, cara mudah menemukan makanan disekitar dia, makin susah. Kenapa makin susah? Karena, perkembangan lingkungan yg makin tidak mendukung dia cari makan. Atau, kalian tidak mau membantu dia. Hey, lo bisa pake gadget bagus, baju keren2, kendaraan punya, dan sederet apalah itu di daftar property lo, tapi lo ga mau berbelas kasih sediain makan buat mereka? Oh yeah. Great.
Lo mau kucing2 ini ga “mencuri”? Sediakan makanan. Simple, right?
Lo mau kucing2 ini ga sembarang boker / kecing? Kita bantu sediakan bak-bak plastik berisi pasir zeolit. Ini akan sangat membantu mengurangi pup+pee mereka dimana2. Pasir zeolit bs kalian cuci, bersihkan, lalu jemur dan dipake ulang. Hanya butuh sejumput kerelaan dan sebungkus niat membantu, semua beres.
Ketika kita melihat ada kesalahan dari mahluk lain, dalam hal ini, kucing, kita punya andil disitu. Kita, ikut bersalah. Kita, punya kemampuan mengkoreksi kesalahn tersebut. Terkutuklah kita, yg mempunyai kemampuan mengatasi masalah, namun berdiam diri. Ga mau repot. Ga mau mengurangi “kesalahan” si mpus yg efeknya ke kita dan lingkungan. Tapi hanya bisa menuding si mpus yg bersalah. Kalian meneruskan bibit tirani yg memang telah tertanam di manusia, kodratnya.
Ada di comfort zone, lalu menjadi malas tuk berbuat, lalu masuk ke zona “komentator” alias kaum yang cuma bisa cuap2, komen sana sini, cuma bisa marah2, cuma bisa sibuk ngomel di socmed, dan cuma ambil tindakan pintas mengatasi masalah tanpa bijak melihat apa yg menjadi permasalahan sejatinya. Oh yeah.
Maju selangkah lagi yuk. Kita keluar, dari comfort zone kita. Ga muluk2 ngarepin lo ikut join di battle zone. Cukup keluar 1cm dari zona nyaman kalian, repot2 sedikit buat si mpus. Mengerti dia, pahami. Maka kalian akan maklum. Dengan maklum, kalian akan tidak merasakan gangguan apapun.
Mengerti – pahami – maklumi. Tiga urutan yg sebaiknya kita pakai dalam menganalisa sesuatu seperti ini.
Maukah kalian?
Semua kembali ke nurani.
Tengok sedikit ke dalam situ.
Masih ada di hatimu? Bagus.
Selamat. Anda harus bergerak. Demi mpus-mpus dan mahluk2 lain yg butuh bantuan diluar sana.
Butuh lebih dari sekedar komen atau nyinyir tuk bisa ubah dunia.
saya percaya, semuanya bisa.
Salam…

CURHATAN KUCING DOMESTIK

Sejak kemarin perutku ini belum diisi apapun. Aku benar-benar lapar. Warung-warung makan sudah aku datangi, tapi hasilnya sia-sia saja. Tak ada yang bisa kudapatkan untuk dimakan. Mereka semua malah mengusirku, mengejarku dengan gagang sapu di tangannya untuk memukulku. Kaki kananku jadi korbannya. Jalanku kini pincang.
Meski pincang aku tetap tidak menyerah. Aku akan terus mencari sampai ada orang yang mau membagi sedikit saja makanannya untukku.
Berjam-jam sudah aku berjalan, bukan makanan yang kudapatkan melainkan peluh yang keluar akibat terik matahari yang menyengat siang ini. Capek, panas, ingin kurebahkan sejenak tubuh ini. Tapi di mana?
Aku terus berjalan hingga kutemukan sebuah toko yang terlihat sepi. Toko yang penuh berbagai macam mainan dengan warna dan bentuk yang menarik. Tapi tak menarik untukku. Karena yang kubutuhkan saat ini hanyalah makanan.
Tapi, tunggu dulu! Aku lihat kain hitam di pojokan sana. Di dalam toko ini. Kain bekas yang kelihatannya tak terpakai lagi. Sudah dijadikan lap mungkin? Tapi aku tak peduli, mumpung penjaga tokonya sedang tak ada. Jadi tak ada salahnya kalau aku numpang sejenak untuk merebahkan tubuhku.
Aku berjalan mendekati kain lap. Kain lap ini rasanya lumayan nyaman, lumayan untuk alas tidur. Aku ambil posisi yang nyaman, lalu kupejamkan mataku. Tak berapa lama aku pun terlelap.
* * *
Ooah…! Kuregangkan tubuhku. Lumayan, sudah terasa lebih segar. Tapi, perutku masih lapar. Kuputuskan untuk kembali berburu makanan.
Setelah berjuang melewati kencangnya laju kendaraan yang membuatku harus terseok-seok menghindar saat ban-ban itu hampir melindasku, akhirnya aku sampai juga di sebuah rumah makan.
Clingak-clinguk. Aku mencari sesuatu yang kuyakin pasti banyak ikan-ikan sisa di dalamnya yang bisa kumakan siang ini.
Setelah melewati beberapa kaki manusia yang tak jarang hampir menginjak ekorku, bahkan mengusirku dengan kakinya, kutemukan tong sampah yang kucari tepat di ruang dapurnya. Ya, ruang dapur. Aku yakin ini dapur rumah makan ini karena di sini terdapat banyak panci-panci besar.
Aku mencoba menaiki tong sampah di hadapanku yang tingginya dua kali lipat dari tinggi badanku agar aku bisa masuk ke dalamnya. Aroma sisa-sisa ikan menggiurkan tercium oleh hidungku.
Tak perlu waktu lama agar aku dapat masuk dan menenggelamkan tubuhku dalam tong sampah. Benar kan dugaanku, di sini banyak sekali sisa-sisa ikan yang bisa kumakan.
Sedang asyik-asiknya makan sisa-sisa ikan di tong sampah, terdengar suara teriakan yang membuatku terkejut.
“Husssh…! Kurang ajar! Ngeberantakin sampah, pergi, pergi, pergi! Hush…!” teriaknya. Sapu lidi di tangannya siap mendarat di tubuhku. Tanpa pikir panjang aku pun bergegas melompat keluar dari tong sampah dan lari terbirit-birit dengan kaki terpincang-pincang hingga tong sampahnya terguling dan membuat isinya berserakan di lantai. Orang tadi pun tambah murka. Sumpah serapah diteriakkannya padaku.
Ah, kemana lagi harus kucari makanan. Perutku masih lapar. Manusia oh manusia, mengapa engkau begitu kejam padaku hingga untuk memakan sisa-sisa makananmu saja tak boleh.
Ah, aku tak mengerti pada manusia yang sepertinya sangat tidak menyukaiku. Padahal orang kaya di luar sana banyak yang rela membayar dengan harga dan biaya pemeliharaan yang super mahal untuk kucing yang katanya ras anggora lah, persia lah. Bagiku, bukankan aku dan para kucing ras itu sama saja? Sama-sama kucing. Tapi mengapa mereka begitu berbeda memperlakukan kami?
Para kucing ras itu sangat diperlakukan istimewa bak raja dan ratu. Sementara kami, kucing kampung, dianggap sama sekali tak berharga, menjijikan, bahkan dianggap musuh dengan menjuluki kami kucing garong. Padahal tidak semua kucing kampung adalah kucing garong.
Setelah lelah berlari dari kejaran orang tadi, kuputuskan untuk berhenti di sebuah tempat di mana banyak orang berjubel dan mengantri. Suasananya ramai sekali. Banyak orang yang tengah asik mengobrol sambil menikmati makanan di mangkuknya. Aku tak tahu apa itu. Tapi hidungku mencium bau daging bertebaran di tempat ini.
Aku melenggang masuk setelah memastikan tak ada satu orang pun menyadari kedatanganku.
“Bang, bakso, jangan pake mie kuning ya?” Pesan seseorang pada bapak yang berdiri di depan gerobak.
Owh, sekarang aku tahu. Ini tempat tukang bakso. Bakso? Mm, kukira rasanya tidak kalah enak dengan ikan.
Kali ini aku tak mau masuk tong sampah lagi karena tak akan ada yang bisa kutemukan di tong sampah milik tukang bakso. Aku yakin tong sampah tukang bakso ini hanya berisi mie atau bihun sisa yang tak dihabiskan oleh para pembeli, potongan batang sawi atau plastik-plastik bekas.
“Meong, meong…,!” teriakku, memelas di bawah kaki seorang bocah. Berharap sekali ia mau membagi sedikit baksonya padaku.
Ternyata tak berhasil. Ia malah menendangku dengan kakinya. Aku beralih ke bocah lain. Ternyata sama saja. Beralih ke orang tuanya. Ah, sama saja.
Aku duduk lemas di kolong meja. Aku berpikir haruskah kucuri saja makanan dari tangan mereka?
Air mataku hampir saja menetes ketika kudengar ada suara memanggilku. “Pus, sini!” bisik seorang bocah dari kursi seberang. Ia menunjukkan bakso berukuran kecil padaku. Aku pun segera mendekati bocah tadi.
“Meong…! Meong…!” seruku, melompat kegirangan.
Ia meletakkan bakso tadi di hadapanku lalu kemudian mengelus-elus kepalaku. “Uuu… kamu lapar ya?” tanyanya dengan bibir mengerucut lucu. Ia bocah yang tak hanya cantik hatinya karena telah rela berbagi baksonya denganku, tapi juga cantik wajahnya.
Ia tersenyum manis sekali padaku. Aku bahagia, karena ternyata masih ada manusia yang peduli pada hewan kecil yang dianggap pencuri dan pengganggu sepertiku.
Ah, andai semua orang seperti anak ini, harapku.

Rabu, 16 April 2014

KENALI KUCING HAMIL

Siklus reproduksi
  • Pada dasarnya kucing adalah hewan yang tidak mempunyai siklus reproduksi teratur seperti manusia atau hewan lain. Pada manusia,sapi, anjing dan hewan lainnya, siklus reproduksi terjadi secara periodik dan teratur. Oleh karena itu anjing dan manusia rutin mengalami menstruasi.
  • Kemiripan lain anjing dan manusia dalam hal reproduksi adalah dalam hal pelepasan sel telur dari indung telur. Dalam bahasa kedokteran sering disebut ovulasi.Pada manusia dan anjing ovulasi terjadi secara rutin dan spontan.
  • Kucing sedikit berbeda. Siklus reproduksi kucing tidak berlangsung teratur dalam periode tertentu. Tahap birahi/minta kawin (estrus) pada kucing dipengaruhi oleh berbagai hal. salah satunya adalah lama matahari bersinar dalam satu hari (day light time).
  • Di negara dengan empat musim, lama matahari bersinar berbeda antara musim panas dan musim dingin. Kucing biasanya minta kawin pada musim dimana matahari bersinar lebih lama.
  • Lain lagi dengan negara-negara tropis seperti Indonesia yang lamanya matahari bersinar relatif tidak berubah terlalu banyak. Di daerah tropis, siklus reproduksi kucing relatif lebih teratur dengan periode 1-1.3 bulan.
Lama kehamilan
  • Masa kebuntingan kucing bervariasi antara 59-70 hari, rata-rata 63-65 hari. Cara gampang mengingat adalah dengan membandingkan dengan manusia. Manusia hamil selama 9 bulan, sedangkan kucing 9 minggu.
  • Semakin awal anak kucing lahir, bobot lahir dan ketahanannya semakin kecil. Anak kucing yang lahir pada 59 hari masa kebuntingan, memerlukan perhatian ekstra agar dapat hidup dan terus berkembang.
  • Anak kucing yang lahir pada hari ke 65-70 mempunyai bobot lahir yang lebih besar. Mereka cenderung lebih kuat dan agresif menyusu pada induknya.
  • Waktu kelahiran tergantung pada interaksi induk dan anak kucing yang ada di rahim. Proses kelahiran dimulai dengan pelepasan beberapa hormon reproduksi dari anak. Induk kucing merespon dengan cara melepaskan hormon-hormon reproduksi lain yang banyak berperan dalam proses kelahiran.
Banyak Bapak
  • Kucing adalah hewan superfekunditas. Artinya dari satu kelahiran, anak kucing bisa saja mempunyai bapak yang berbeda-beda.
  • Bila pada waktu birahi kucing dikawini oleh beberapa pejantan, pada saat kelahiran nanti, bisa saja masing-masing pejantan tersebut mempunyai anak.
  • Di keluarga kucing yang berukuran besar seperti singa, adalah hal biasa bila terjadi pembunuhan anak singa oleh pejantan dominan. Hal ini biasa terjadi pada saat seekor singa baru saja mengambil alih pimpinan kelompok. Singa baru tersebut akan berusaha membunuh semua anak singa dari pemimpin sebelumnya.
Resiko selama kehamilan
  • Periode kritis masa kemamilan terjadi selama tiga minggu pertama. Berbagai infeksi penyakit dan obat-obatan dapat mempengaruhi perkembangan janin. Contohnya jika induk kucing yang sedang hamil tersebut terekspos terhadap virus panleukopenia, anak kucing yang lahir biasanya mengalami kerusakan otak parah.
  • Begitu pula jika selama masa kehamilan, induk kucing divaksinasi. Perkembangan janin akan terganggu. Induk kucing harus divaksinasi sebelum masa kehamilan (sebelum kawin). Sehingga kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu meningkat dan sebagian dapat diturunkan kepada anaknya dalam bentuk kekebalan pasif.
Hormon kehamilan
  • Selama kehamilan, produksi hormon progesteron dalam tubuh meningkat dengan tajam, mencapai puncaknya sekitar hari ke-35 setelah kawin. Pada saat inilah kucing menjadi lebih tenang dan perut mulai terlihat semakin besar.
  • Masa mengandung kucing berlangsung selama 59 70 hari. Beberapa hari terakhir sebelum lahir, induk menjadi gelisah dan mulai mencari tempat tenang untuk melahirkan. Induk kucing berusaha meningkatkan bau tubuhnya didaerah sekitar tempat melahirkan, untuk mempermudah anak-anaknya kembali setelah bermain disekitar sarang.
  • Seiring mendekatnya waktu kelahiran, nafsu makan induk kucing mulai hilang. Gelisah dan nafas mulai terengah-engah disertai kontraksi.
Tanda-tanda Kucing Bunting/Hamil

Kehamilan kucing mungkin merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu pemilik kucing. Lalu bagaimana cara mengetahui seekor kucing hamil atau tidak ? berikut ini penjelasan mengenai beberapa ciri kucing yang hamil.

Penting sekali untuk selalu mencatat tanggal kucing kesayangan anda kawin. Dari tanggal kawin ini kita dapat memperkirakan waktu kelahiran kucing, sehingga kita dapat mempersiapkan diri mendapat tambahan kucing baru.
Kucing yang hamil dapat mengalami perubahan fisik dan tingkah laku.
PERUBAHAN FISIK
Bagian perut mulai membesar
Perut Kucing yang hamil mulai terlihat membesar pada umur kehamilan 5 minggu. Bagian perut ini akan terus membesar hingga mendekati saat melahirkan.
 
Puting susu memerah dan membesar (pink)
Salah satu tanda yang cukup signifikan adalah berubahnya puting susu. Pada kucing hamil, puting susu sedikit membengkak dan warnanya berubah kemerahan (pink)
 
Keluar susu
Air susu mulai diproduksi dan bisa dikeluarkan sekitar 3-2 minggu akhir masa kehamilan. Jadi bila puting susu dipencet dengan lembut dan terlihat ada cairan susu, kelahiran akan terjadi sekitar 2-3 minggu lagi.
 
Bulu sekitar puting susu menipis
PERUBAHAN TINGKAH LAKU
Muntah-muntah
Pada beberapa kejadian (jarang) kucing hamil juga muntah-muntah, seperti manusia pada awal kehamilan. Segera hubungi dan konsultasikan hal ini dengan dokter hewan
 
Berhentinya siklus birahi secara tiba-tiba
Siklus birahi (siklus estrus) kucing tergantung berbagai hal, salah satunya adalah musim. Di Indonesia yang merupakan negara tropis, siklus estrus kucing tidak banyak dipengaruhi oleh musim. Rata-rata panjang satu siklus estrus kucing sekitar 1-1.2 bulan. Waktu birahi (estrus) berlangsung sekitar 7 hari. Bila setelah dikawinkan, birahi kucing berhenti secara tiba-tiba dan tidak minta kawin lagi, kemungkinan besar kehamilan terjadi.
 
Peningkatan nafsu makan
Kucing yang hamil memperlihatkan peningkatan nafsu makan. Tentunya peningkatan nafsu makan ini bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan ibu dan janinnya.

Lebih lembut & mencari perhatian
Sebagian kucing yang hamil mengalami perubahan tingkah laku seperti lebih tenang dan lembut. Selain itu mereka juga berusaha mencari perhatian lebih terhadap pemiliknya. Pada akhir masa kehamilan terlihat beberapa tingkah laku seperti gelisah dan lebih suka berada di tempat hangat dan tertutup
MEMASTIKAN KEHAMILAN KUCING
Dokter hewan dapat membantu memastikan kehamilan kucing. Orang yang berpengalaman dapat memastikan kehamilan dengan palpasi (perabaan) pada umur kehamilah 3-4 minggu.
Alat alat seperti USG (ultrasonografi) dan Rontgen (X ray) dapat dipergunakan untuk memastikan kehamilan. USG dapat memastikan kehamilan setelah kandungan berumur minimal minggu. Detak jantung janin kucing baru bisa dideteksi setelah berumur 3 minggu

Merawat dan Menjaga Kucing Hamil

Merawat dan menjaga kucing ketika hamil boleh dikatakan gampang2 susah. Karena kehamilan kucing juga sangat rentan keguguran oleh berbagai macam sebab yang mungkin tanpa kita sengaja atau sadari. Namun semua juga tergantung pada si kucing, ada yang fisiknya kuat dan ada juga yang fisiknya lemah. Sehingga kita perlu untuk berhati-hati dalam merawat dan menjaganya.

Berikan makanan yang paling baik
  • Kucing yang sedang hamil membutuhkan banyak protein dan vitamin. Sejumlah besar protein diperlukan untuk mendukung perkembangan janin. Pastikan makanan yang diberikan mengandung protein yang tinggi. Persentase kandungan protein bisa dilihat di kemasan. Biasanya makanan untuk kitten mempunyai kandungan protein dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan makanan untuk kucing dewasa (adult). Sebaiknya kucing yang sedang hamil diberikan makanan untuk kitten ini.
  • Suplemen berupa vitamin dan kalsium juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan janin dan ibunya.
  • Hati-hati dengan suplemen kalsium. Pemberian kalsium yang terlalu banyak menyebabkan perkembangan tulang janin yang berlebihan. Akibatnya ukuran janin terlampau besar dan sulit keluar pada saat akan dilahirkan (distokia)
Kucing hamil harus berada di dalam rumah
  • Kucing yang hidup di luar rumah mempunyai resiko tertular penyakit yang lebih tinggi.
  • Keadaan di dalam rumah lebih hangat dan tenang, jauh dari gangguan kucing-kucing liar yang dapat menyebabkan perkelahian antar kucing.
  • Selain itu kondisi di dalam rumah relatif lebih bersih.
  • Anak-anak kucing harus dilahirkan di tempat yang bersih.
Jangan memberikan sembarang obat selama masa kehamilan
  • Pemberian obat-obatan pada kucing hamil hanya dilakukan dalam keadaan darurat saja.
  • Selalu konsultasikan pemberian obat-obatan dengan dokter hewan anda.
  • Berbagai obat-obatan seperti obat cacing, anti kutu dan beberapa macam antibiotik dapat menyebabkan gangguan dan cacat pada janin bahkan keguguran.
Berikan kasih sayang, namun jangan memandikan, dsb.
  • Jangan pernah memandikan kucing ketika sedang hamil walaupun satu kali, karena dikawatirkan dapat menyebabkan keguguran, demikian pula dengan yang di bawah ini.
  • Jangan sering-sering memegang, menekan atau meremas perut kucing.
  • Jangan menggedong kucing ketika sedang hamil.
  • Jangan membuat kaget atau jangan buat kucing jadi terkejut dengan apapun.
  • Berilah kasih sayang dan perhatian yang tulus padanya.
Sediakan kandang/tempat yang nyaman dan hangat
  • Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai.
  • Tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi.
  • Pastikan tempat ini telah tersedia minimal 2-3 minggu sebelum waktunya melahirkan.
Gunakan pasir kotoran (litter) yang tidak menggumpal
  • Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter).
  • Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir.
  • Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll).
  • Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.
Jauhkan dari kucing-kucing lain
  • Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain.
  • Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama.
  • Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran.
  • Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.
Siapkan persediaan makanan yang cukup
  • Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda.
  • Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.
Cek dokter hewan terdekat
  • Siapkan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat.
  • Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.
Cari informasi selengkap-lengkapnya
  • Selalu mencari informasi selengkap-lengkapnya dan belajar terus-menerus mengenai kehamilan kucing anda. Sehingga anda bisa menangani proses kelahiran kucing sendiri dan dapat segera menganalisis bila terjadi masalah atau komplikasi.
  • Bila informasi yang benar dan lengkap telah anda dapatkan, anda tidak akan panik lagi menghadapi kelahiran kucing kesayangan.
Bunting Palsu pada Kucing
Bunting palsu sering disebut juga hamil anggur atau false pregnancy (pseudo pregnancy). Kejadian ini sering sekali terjadi pada anjing. Meskipun jarang, pada kucing pun terjadi.
Bunting palsu terjadi bila kucing menunjukkan tanda-tanda hamil seperti, puting susu memerah, nafsu makan meningkat dan pembesaran daerah perut (abdomen). Semua tanda-tanda hamil ini tidak disertai adanya janin (anak) dalam rahim. Dengan kata lain rahimnya kosong.
 

Bagaimana terjadinya bunting palsu
Pada anjing yang sedang birahi, ovulasi (pelepasan sel telur) terjadi pada akhir masa birahi. Ovulasi pada anjing tergolong ovulasi spontan. Ovulasi ini tetap terjadi secara teratur.
Sel telur yang dilepaskan oleh indung telur (ovarium) dan bergerak menuju ke rahim. Sel telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa akan menempel di dinding rahim dan berkembang menjadi janin (fetus).
Pada keadaan tidak normal, sel telur yang tidak dibuahi bertindak menyerupai sel telur yang telah dibuahi dan menyebabkan munculnya tanda-tanda bunting.
Lainhalnya dengan kucing. Seperti kelinci, kucing tergolong hewan yang mengalami induced ovulation. Artinya ovulasi pada kucing dan kelinci tidak terjadi secara spontan. Ovulasi hanya akan terjadi bila ada perkawinan dengan kucing jantan.
Pada keadaan tidak normal, ovulasi pada kucing bisa saja terjadi dan sel telur yang tidak dibuahi menetap di dinding rahim untuk beberapa waktu. Selama sel telur menempel di dinding rahim, tanda-tanda bunting palsu akan semakin terlihat jelas.
Pada saatnya, sel telur yang tidak dibuahi tersebut akan berhenti berkembang, kemudian tanda-tanda bunting palsu akan hilang dengan sendirinya dan kucing kembali ke keadaan normal.

Senin, 14 April 2014

TENTANG TOXOPLASMA

Apakah bulu kucing itu sangat berbahaya bagi para wanita,, terutama pada ibu hamil?

 

Ya... apabila kucing tsb terinfeksi toxoplasma


Apakah Toxoplasma dan Toxoplasmosis itu ?
Toxoplasma atau Toxoplasma gondii adalah sejenis hewan bersel satu yang sering juga disebut protozoa. Toxoplasma merupakan parasit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia.
Toxoplasmosis adalah nama penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii.


Mengapa Toxoplasma gondii sering disebut virus ?
Toxoplasmosis terkenal sebagai salah satu penyakit yang harus diwaspadai pada ibu-ibu atau calon ibu yang hendak mengandung anaknya (hamil). Penyakit lainnya adalah Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Semua penyakit ini sering disingkat menjadi TORCH (Toxoplasma,Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes). Ketiga penyakit terakhir disebabkan oleh virus, sehingga orang sering salah pengertian dan menganggap toxoplasma adalah virus.


Siapa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Semua orang dapat terinfeksi toxoplasma. Laki-laki dan perempuan baik muda ataupun tua dapat terinfeksi toxoplasma.


Hewan apa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Hampir semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi toxoplasma. Hewan yang sering berada disekitar manusia & kucing seperti sapi, kuda, tikus, domba, anjing, ayam, burung, babi dll juga dapat terinfeksi toxoplasma. Satwa liar seperti musang, harimau, anjing hutan, dll juga dapat terinfeksi toxoplasma.

Mengapa kucing dianggap sebagai sumber utama penularan toxoplasma ?
Sebenarnya semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi dan menularkan toxoplasma kepada manusia. Toxoplasma berkembang biak mengikuti suatu siklus hidup (seperti siklus hidup pada kupu-kupu). Toxoplasma dapat berkembang dengan cara membelah diri (non seksual) dan seksual (makro gamet dan mikro gamet). Pada hewan-hewan selain kucing toxoplasma berkembang biak dengan cara non seksual. Kucing adalah inang definitif toxoplasma. Dalam tubuh kucing, toxoplasma dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan non seksual.


Bagaimana cara penularan toxoplasma ?
Kucing yang terinfeksi toxoplasma hanya menyebarkan ookista dalam jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 10 hari sejak terinfeksi. Setelah 10 hari jumlah ookista yang disebarkan biasanya sangat sedikit dan mempunyai resiko penularan yang sangat kecil. Penyebaran ookista ini biasanya terjadi pada kucing muda. Penyebaran ookista biasanya tidak terjadi pada kucing dewasa karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih baik dan relatif dapat mengendalikan sendiri infeksi toxoplasma tersebut.

Manusia atau hewan dapat tertular bila menelan kista atau ookista toxoplasma. Kista atau ookista ini bersifat seperti “telur”. Telur yang tertelan tersebut akan menetas dan berkembang di dalam tubuh hewan atau manusia.

Kista tersebut dapat hidup dalam otot (daging) manusia dan berbagai hewan lainnya. Penularan juga dapat terjadi bila hewan atau manusia tersebut memakan daging mentah atau daging setengah matang yang mengandung kista toxoplasma.

Kista toxoplasma juga dapat hidup di tanah dalam jangka waktu tertentu. Dari tanah ini toxoplasma dapat menyebar melalui hewan, tumbuh-tumbuhan atau sayuran yang kontak dengan kista tersebut.

Mengapa orang yang tidak memelihara kucing bisa terinfeksi toxoplasma ?
Toxoplasma terdapat diseluruh dunia secara meluas. Kucing bukanlah sumber utama penularan toxoplasma. Yang pasti orang tersebut pernah menelan kista toxoplasma yang masih hidup. Kista bisa berada pada sayuran atau daging yang tidak dimasak sempurna.

Benarkah toxoplasma menular melalui liur dan bulu kucing ?
Tidak. Bentuk menular dari toxoplasma adalah bradizoit dan kista, kista hanya dikeluarkan oleh kucing yang positif terinfeksi melalui kotorannya (feces). Selama bulu dan liur kucing tidak mengandung kista kita tidak akan tertular toxoplasma bila membelai bulu kucing. Bahkan bila pada bulu kucing terdapat kista, dan pindah ke tangan kita pada saat membelai bulunya, penularan masih bisa dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih.


Bagaimana gejala manusia yang terinfeksi toxoplasma ?
Sebagian besar manusia yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali (subklinis). Meskipun jarang terjadi, pada infeksi yang akut dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar pertahanan (limfoglandula) yang terdapat disekitar leher, ketiak, dll.

Apa akibat toxoplasma pada hewan
Sebagian besar infeksi toxoplasma pada hewan bersifat sub klinis (ringan dan tidak menunjukkan gejala sama sekali). Pada infeksi yang parah dapat menyebabkan diare dan cacat pada fetus kucing atau hewan lainnya

Bagaimana akibat toxoplasma pada manusia
Pada pria, infeksi akut toxoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Bila berlangsung terus menerus dapat menyebabkan kemandulan. Toxoplasma dan menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan unt